Banjir Mendadak di Binjai, Ratusan Rumah Warga Terendam Air Keruh

Hujan deras yang mengguyur Binjai menyebabkan banjir mendadak dan merendam ratusan rumah warga. Air keruh dan arus cukup kuat membuat aktivitas masyarakat terganggu sepanjang hari. Petugas mulai melakukan penanganan di titik terparah.

Banjir mendadak kembali melanda Kota Binjai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Dalam waktu kurang dari dua jam, air meluap dari beberapa aliran sungai kecil dan saluran drainase, menyebabkan ratusan rumah warga tergenang air keruh. Kondisi ini mengejutkan banyak warga karena air naik dengan cepat, tanpa jeda atau tanda-tanda sebelumnya.

Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Binjai Timur, Binjai Kota, dan Binjai Selatan, di mana air mengalir deras memasuki permukiman padat penduduk. Ketinggian air bervariasi mulai dari setengah betis hingga mencapai pinggang orang dewasa di beberapa titik. Banyak warga yang panik bergegas mengangkat barang-barang berharga, mengamankan dokumen penting, serta menyelamatkan peralatan elektronik agar tidak slot.

Bagi sebagian warga, banjir ini terasa lebih berat dibanding kejadian sebelumnya karena datang tiba-tiba dan disertai arus yang cukup kuat. Beberapa warga bahkan sempat kesulitan keluar dari rumah karena pintu depan tidak dapat dibuka akibat tekanan air dari luar. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas dalam evakuasi darurat yang dilakukan secara spontan oleh keluarga dan tetangga sekitar.

Drainase yang tidak mampu menampung volume air menjadi salah satu penyebab utama banjir cepat meluas. Hujan deras yang berlangsung lama membuat saluran air tersumbat, sementara luapan sungai kecil di sekitar permukiman memperburuk keadaan. Di beberapa lokasi, sampah yang menumpuk turut mempercepat terjadinya penyumbatan, membuat air tidak dapat mengalir dengan baik.

Seiring air naik, aktivitas warga langsung lumpuh. Jalan-jalan kecil di permukiman tidak bisa dilewati kendaraan, sementara sepeda motor yang diparkir di luar banyak yang mogok akibat terendam. Beberapa pedagang yang berada di wilayah terdampak terpaksa menghentikan aktivitas lebih awal karena barang dagangan mereka ikut terkena air banjir. Tidak sedikit yang mengalami kerugian, terutama pedagang sembako dan makanan yang barangnya mudah rusak.

Petugas BPBD Kota Binjai bergerak cepat ke sejumlah titik banjir untuk melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi. Mereka menggunakan perahu karet di area yang mengalami genangan dalam dan membantu warga memindahkan barang yang sulit dijangkau. Selain itu, petugas kebersihan turut dikerahkan untuk mengatasi tumpukan sampah yang memperparah penyumbatan di beberapa saluran air.

Beberapa warga mendirikan posko darurat di masjid dan balai warga untuk menampung penduduk yang rumahnya terendam parah. Di posko tersebut, mereka mendapatkan bantuan berupa makanan instan, air mineral, serta selimut untuk bertahan selama kondisi belum memungkinkan untuk kembali ke rumah. Situasi ini mengingatkan kembali pada pentingnya kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada musim penghujan.

Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, warung, dan bengkel. Lantai sekolah terendam sehingga ruang kelas tidak bisa digunakan keesokan harinya. Para orang tua harus memastikan anak-anak tetap berada di rumah demi menghindari potensi bahaya.

Kondisi air yang keruh juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Air yang bercampur dengan lumpur dan sampah dikhawatirkan membawa bakteri dan sumber penyakit yang dapat membahayakan kesehatan warga. Karena itu, petugas kesehatan mulai melakukan penyisiran ke beberapa titik untuk mengingatkan warga agar tidak bermain atau berlama-lama di air banjir, terutama anak-anak.

Menjelang dini hari, beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut, namun banyak daerah lain yang masih tergenang karena hujan belum sepenuhnya berhenti dan aliran air dari hulu masih mengalir deras. Warga tetap diminta waspada terutama terhadap kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun dalam waktu dekat.

Peristiwa banjir mendadak ini kembali membuka diskusi mengenai perlunya perbaikan sistem drainase di Binjai. Dengan intensitas hujan yang semakin tidak menentu, penanganan banjir membutuhkan strategi lebih komprehensif, termasuk normalisasi sungai, pembersihan rutin saluran air, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Meski kondisi sempat mengkhawatirkan, warga Binjai menunjukkan solidaritas tinggi dalam membantu sesama. Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam melewati situasi sulit seperti ini. Harapannya, banjir segera surut sepenuhnya sehingga kehidupan warga dapat kembali normal, dan langkah perbaikan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Partner